Liku

Benar bahwa jalan menuju surga begitu terjal dan berliku. Masih berani bermudah-mudahan?

 

#ntms

Advertisements

Agar Dia Tetap Cantik di Matamu

~untuk kita renungkan~

Seorang pria mengatakan:

ﺣﻴﻦ ﺃﻋﺠﺒﺖ ﺑﺰﻭجتى .. ﻛﺎﻧﺖ ﻓﻲ ﻧﻈﺮﻱ
ﻛﺄﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻢ ﻳﺨﻠﻖ ﻣﺜﻠﻬﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﻌﺎﻟﻢ

Dulu, saat aku mengagumi istriku, dalam pandanganku
seakan-akan Allah tidak menciptakan wanita sepertinya di dunia ini.

ﻭﻟﻤﺎ ﺧﻄﺒﺘﻬﺎ .. ﺭﺃﻳﺖ ﺍﻟﻜﺜﻴﺮﻳﻦ ﻣﺜﻠﻬﺎ

Saat aku meminangnya, ternyata aku melihat banyak wanita yang sepertinya.

ﻭﻟﻤﺎ ﺗﺰﻭﺟﺘﻬﺎ .. ﺭﺃﻳﺖ ﺍﻟﻜﺜﻴﺮﻳﻦ ﺃﺟﻤﻞ ﻣﻨﻬﺎ

Saat aku menikahinya, ternyata aku melihat banyak wanita yang lebih cantik darinya.

ﻓﻠﻤﺎ ﻣﻀﺖ ﺑﻀﻌﺔ ﺃﻋﻮﺍﻡ ﻋﻠﻰ ﺯﻭﺍﺟﻨﺎ ﺭﺃﻳﺖ ﺃﻥ ﻛﻞُّ ﺍﻟﻨَﺴَﺎﺀِ ﺃﺣْﻠَﻰ ﻣِﻦْ ﺯَﻭﺟَﺘِﻲ !

Setelah berlalu beberapa tahun dari pernikahan kita, ternyata aku melihat semua wanita
jauh lebih menawan dari istriku.

ﻓﻘﺎﻝ ﺍﻟﺸﻴﺦ : ﺃﻓﺄﺧﺒﺮﻙ ﺑﻤﺎ ﻫﻮ ﺃﺩﻫﻰ ﻣﻦ ﺫﻟﻚ ﻭﺃﻣﺮّ ؟ !

Seorang Syeikh lantas bertanya, “Maukah kau aku beritahu tentang kenyataan yang lebih lebih dahsyat dan lebih pahit dari itu..?
ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺮﺟﻞ : ﺑﻠﻰ

Laki-laki itu menjawab, “Tentu saja mau”

ﻓﻘﺎﻝ ﺍﻟﺸﻴﺦ : ﻭﻟﻮ ﺃﻧﻚ ﺗﺰﻭﺟﺖ ﻛﻞ ﻧﺴﺎﺀ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ ..
ﻟﺮﺃﻳﺖ ﺍﻟﻜﻼﺏ ﺍﻟﻀﺎﻟﺔ ﻓﻲ ﺷﻮﺍﺭﻉ ﺍﻟﻤﻨﺎﻃﻖ ﺍﻟﺸﻌﺒﻴﺔ
ﺃﺟﻤﻞ ﻣﻦ ﻛﻞّ ﻧﺴﺎﺀ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ !!

Sang Syeikh kemudian menimpali, “Sekiranya kamu menikah dengan
semua wanita yang ada di dunia ini,
maka kamu akan melihat anjing anjing (betina)
yang tersesat di jalan jauh lebih cantik dari semua wanita yang ada di dunia”

ﺍﺑﺘﺴﻢ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﺍﺑﺘﺴﺎﻣﺔ ﺧﻔﻴﻔﺔ ﻭﻗﺎﻝ : ﻟﻤﺎﺫﺍ ﺗﻘﻮﻝ ﺫﻟﻚ ؟

Laki-laki tadi tersenyum ringan lalu bertanya, “Kenapa anda berkata seperti itu ?”.
ﻓﻘﺎﻝ ﺍﻟﺸﻴﺦ :
ﻷﻥ ﺍﻟﻤﺸﻜﻠﺔ ﻟﻴﺴﺖ ﻓﻲ ﺯﻭﺟﺘﻚ، ﺍﻟﻤﺸﻜﻠﺔ ﺃﻥ ﺍﻹﻧﺴﺎﻥ
ﺇﺫﺍ ﺃﻭﺗﻲ ﻗﻠﺒﺎً ﻃﻤّﺎﻋﺎً، ﻭﺑﺼﺮﺍً ﺯﺍﺋﻐﺎً،
ﻭﺧﻼ ﻣﻦ ﺍﻟﺤﻴﺎﺀ ﻣﻦ ﺍﻟﻠﻪ
ﻓﺈﻧﻪ ﻻ ﻳﻤﻜﻦ ﺃﻥ ﻳﻤﻸ ﻋﻴﻨﻪ ﺇﻻ ﺗﺮﺍﺏ ﻣﻘﺒﺮﺗﻪ .. ﻣﺸﻜﻠﺘﻚ ﺃﻧﻚ ﻻ ﺗﻐﺾّ ﺑﺼﺮﻙ ﻋﻤﺎ ﺣﺮّﻡ ﺍﻟﻠﻪ

ﺃﺗﺮﻳﺪ ﺷﻴﺌﺎً ﺗﺮﺟﻊ ﺑﻪ ﺍﻣﺮﺃﺗﻚ ﺇﻟﻰ ﺳﺎﻟﻒ ﻋﻬﺪﻫﺎ ( ﺃﺟﻤﻞﻧﺴﺎﺀ ﺍﻟﻌﺎﻟﻢ ) ؟

Syeikh menjawab, “Masaalahnya bukan pada istrimu, masalahnya bila manusia memiliki hati yang rakus dan mata yang jelalatan, serta tak lagi punya rasa malu kepada Allah, maka tidak ada yang dapat menutupi matanya kecuali tanah kuburannya.
Permasaalahanmu, kamu tidak bisa menundukkan pandanganmu dari hal-hal yang diharamkan Allah.

Apakah kamu ingin sesuatu yang akan membuat istrimu selalu terlihat seperti dulu (wanita yang paling cantik di dunia ) ?

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺮﺟﻞ : ﻧﻌﻢ

Laki-laki itu menjawab, “Ya”.

ﻓﻘﺎﻝ ﺍﻟﺸﻴﺦ : ﺍﻏﻀﺾ ﺑﺼﺮﻙ

Syeikh mengatakan, “Tundukkan pandanganmu”


Marry Your Daughter

Sir, I’m a bit nervous
‘Bout being here today
Still not real sure what I’m going to say
So bare with me please
If I take up too much of your time,
See in this box is a ring for your oldest
She’s my everything and all that I know is
It would be such a relief if I knew that we were on the same side
Very soon I’m hoping that I…

Can marry your daughter
And make her my wife
I want her to be the only girl that I love for the rest of my life
And give her the best of me ’till the day that I die, yeah
I’m gonna marry your princess
And make her my queen
She’ll be the most beautiful bride that I’ve ever seen
Can’t wait to smile
When she walks down the aisle
On the arm of her father
On the day that I marry your daughter

She’s been here every step
Since the day that we met (I’m scared to death to think of what would happen if she ever left)
So don’t you ever worry about me ever treating her bad
I’ve got most of my vows done so far (So bring on the better or worse)
And till death do us part
There’s no doubt in my mind
It’s time
I’m ready to start
I swear to you with all of my heart…

I’m gonna marry your daughter
And make her my wife
I want her to be the only girl that I love for the rest of my life
And give her the best of me ’till the day that I die, yeah
I’m gonna marry your princess
And make her my queen
She’ll be the most beautiful bride that I’ve ever seen
I can’t wait to smile
As she walks down the aisle
On the arm of her father
On the day that I marry your daughter


Masih Ada

Masih ada orang-orang yang menyayangi dengan tulus. Ada.

Mereka pantas mendapatkan cinta terbaik darimu.

Jangan buat mereka kecewa dan bersedih.

 

#ntms


Pelajaran Berharga Organisasi

Salah satu pelajaran berharga dari berkepanitiaan atau berorganisasi adalah belajar sabar dan belajar berlapang dada. Serius. Saya tidak melihat bahwa pelajaran utama yang diperoleh adalah hal-hal teknis berupa kemahiran dalam mengeksekusi acara atau menyelesaikan permasalahan-permasalahan teerkait organizing event. 

Dulu ketika SMA saya mengikuti sebuah organisasi yang berbasis kekeluargaan, PMR (Palang Merah Remaja). Saya sungguh bersyukur bisa bergabung dengan organisasi yang kekeluargaannya dapat langgeng hingga saat ini. Terlebih saya bukanlah orang yang mengikuti pelatihan sebagai calon Dewan, hihi. Ada cerita lumayan panjang di dalamnya sehingga saya bisa menjadi Dewan tanpa melalu fase “Calon Dewan”.

Setelah menyandang gelar “mahasiswa” saya semakin mempelajari dan merasakan “kedewasaan” dan “kemapanan” sebuah organisasi. Saya melihat hanya sedikit organisasi yang sudah cukup dewasa dan berjalan di atas visi utamanya.

Kita ketahui bersama bahwa salah satu organisasi yang mapan adalah organisasi yang berisi orang-orang yang tulus mengikuti dan “mencintai” organisasi tersebut. In fact, dalam organisasi-organisasi yang saya ikuti, orang-orang yang demikian jumlahnya hanya sedikit.

Mungkin ada lagi yang berpikir bahwa ketua atau kordinator angkatan adalah nama lain dari korban angkatan. It may be true.

Nah, itulah mengapa saya mengawali pos ini tentang pelajaran berharga dari berorganisasi atau berkepanitiaan. Seringkali Anda tidak bisa mengandalkan siapa-siapa, tetapi diri Anda. Apalagi di sebuah organisasi yang berbasis kekeluargaan, bukan sebuah perusaan tempat kita bekerja dan mendapat fee, yang seorang atasan bisa menegur secara profesional. Lha wong ini organisasi berisi kawan-kawan sendiri, masa iya mau sosoan ngatur-ngatur?

Tetapi itulah seninya. (Ngutip kata dari seorang teman). Disitulah pelajaran lain yang berharga, bagaimana kita bisa mengajak dan ngatur orang lain tanpa menyakiti perasaannya dan tentu tanpa terkesan ngatur-ngatur.

 


Tentang Pilihan

Akhirnya update lagi setelah hibernasi ngeblog begitu lama. Saat menulis ini, gema takbir saya dengar di seluruh penjuru kota ini. Allahu akbar! Semoga di hari yang fitri besok hati kita (muslim-muslimah di seluruh bumi Allah سبحانه و تعالى) semakin fitri pula. Dan semoga pula kita istiqomah menjalankan kebaikan-kebaikan Ramadhan yang telah – hampir tak terasa – berlalu begitu cepat.

Sejujurnya saya sedih di akhir Ramadhan ini. Bukan, kesedihan ini bukan karena saya begitu rindu dengan Ramadhan yang telah berlalu, justru saya sedih karena saya tidak merasa sedih atas berlalunya bulan yang mulia ini. Robbighfirly…

Ngomong-ngomong, hidup memang sering menawarkan pilihan yang sulit. Subhanallah, saya telah mengalami pilihan-pilihan yang sulit yang terus menerus memperingatkan bahwa saya perlu mengingat bahwa ada takdir-Nya dalam setiap keputusan yang telah saya ambil. Jangankan pilihan-pilihan fundamental dalam hidup, kadang pilihan-pilihan sederhana dalam kehidupan sehari-hari pun terasa sulit. Misalnya saja saat hendak makan, kadang saya pun perlu waktu untuk berpikir apakah saya akan makan dengan sayur tahu atau tempe. Pilihan yang keduanya tidak menimbulkan resiko apapun.

Saat ini saya belum memutuskan apakah saya akan solat ied di masjid Panggel, Masjid Agung, atau masjid Al-Awwabin? Kalo di panggel jelas itu dekat dengan rumah dan pastinya dekat dengan teman-teman karib, bisa sekalian kongkow-kongkow bentar setelah solat.

Saya belum pernah sholat ied sekalipun di Masjid Agung. Itu tidak menimbulkan masalah, hanya saja ada yang mengganjal di hati. Dan masjid Al-Awwabin? Oh, sungguh saya ingin sekali merasakan suasana sholat di Bandung di Kebumen.

Itulah sekilas mengenai pilihan, dan pilihan untuk menjadi “baik” ada di genggaman kita. Namun menjadi baik rupanya bukanlah suatu capaian. Ia lebih kulihat sebagai sebuah proese terus menerus.

 


Road to Papandayan Mount

Salah satu hal yang bisa membuat pikiran saya positif, yaitu pikiran yang terhindar dari aroma-aroma pesimisme adalah dengan melakukan suatu kesibukan yang saya sukai. Alhamdulillah, Sabtu kemarin saya bersama 10 orang lainnya diberi kesempatan untuk menikmati indahnya ciptaan Illahi, Gunung Papandayan, Garut.

Sungguh indah ciptaanmu Ya Allah, Subhanallah.

20140927_151305